Dasar –Dasar RMI

Jumat, 07 Oktober 2011

Dasar –Dasar RMI

1. Pengantar

Perkembangan Java tidak lepas dari perkembangan internet yang telah menghubungkan berjuta-juta komputer dalam satu jaringan global. Jaringan ini memungkinkan komputer-komputer tersebut untuk saling berkomunikasi. Satu komputer dapat terhubung ke jaringan internet dengan menggunakan phone-line modem, DSL atau cable modem yang akan berkomunikasi dengan Internet service provider (ISP). Sekelompok komputer dalam suatu wilayah tertentu, misalnya dalam satu gedung, dapat membentuk jaringan local area network (LAN) dalam lingkungan tersebut dengan mempergunakan network interface card (NIC).

Secara umum, semua mesin yang terhubung ke internet dapat dikatagorikan dalam dua tipe: server dan client. Mesin yang memberikan layanan pada mesin yang lain disebut dengan server. Sedangkan mesin yang meminta layanan pada mesin yang lain disebut dengan client. Meskipun demikian, satu mesin dapat berfungsi baik sebagai client atau sebagai server tergantung pada konfigurasi perangkat lunaknya. Layanan yang diminta oleh client kepada server diantaranya adalah: mengambil data dari suatu basis data, melakukan kalkulasi tertentu, atau meminta suatu web page. Gambar berikut memperlihatkan arsitektur client/server dimana client meminta web page.

Istilah client/server pertama kali digunakan pada tahun tahun 1980-an dalam mereferensikan suatu Personal Computer pada suatu jaringan. Model client/server yang sebenarnya mulai diterima pada akhir tahun 1980-an. Arsitektur perangkat lunak client/server adalah infrastruktur modular dan message-based yang sangat berguna, dimaksudkan untuk meningkatkan usability, flexibility, interoperability, dan scalability. Dalam pemrograman client/server, client dan server dapat ditulis dalam bahasa pemrograman yang sama atau berbeda.

Bahasa pemrograman Java menyediakan beberapa aplikasi untuk kedua situasi tersebut. Aplikasi Socket dapat digunakan untuk kedua situasi di atas. CORBA (Common Object Request Broker Architecture) digunakan untuk situasi yang kedua. Sedangkan untuk situasi dimana pemrograman dilakukan dengan bahasa yang sama, Java menawarkan RMI (Remote Method Invocation) sebagai alternatif dari socket. Tidak seperti Socket, RMI mengabstrakkan interface antara client dan server menjadi satu pemanggilan prosedur lokal. Oleh karena itu, dengan mengguna-kan RMI, pemrogram tidak perlu merancang satu protokol.


2. RMI (Remote Method Invocation)

RMI menyediakan sarana dimana client dan server dapat berkomunikasi dan saling bertukar infomasi. RMI memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk merancang aplikasi terdistribusi dimana methods dari remote object dapat dipanggil dari JVM (Java Virtual Mechine) lain, yang mungkin berjalan pada host yang berbeda. Remote object adalah obyek dalam Java yang dapat direferensikan secara remote. Pemrogram seakanakan memanggil methods lokal dari file kelas lokal, sedang dalam kenyataannya semua argumen dikirimkan ke remote target dan diinter-pretasikan, kemudian hasilnya dikirimkan kembali ke pemanggil. Dalam RMI, server akan membuat remote objects, membuat referensi, dan menunggu client untuk memanggil methods dari remote object ini. Sedangkan client akan mendapatkan remote reference dari satu atau lebih remote object dan memanggil methods untuk remote object tersebut.

Sistem RMI dibangun atas tiga lapisan: lapis stub/skeleton, lapis remote reference, dan lapis transport. Tiap lapis dibangun dengan menggunakan interface khusus dan didefinisikan dengan protokol khusus. Hal ini menyebabkan tiap lapis bebas terhadap yang lain dan bisa digantikan dengan implementasi yang lain tanpa mempengaruhi lapis lain dalam sistem. Lapis stub/skeleton merupakan interface antara lapis aplikasi dan JVM (Java Virtual Machine). Stub dan skeleton ini terbentuk secara otomatis dengan menggunakan compiler yang ada di RMI yaitu rmic compiler yang didefinisikan oleh user dalam remote interface. Client mereferensi satu remote object melalui stub ini. Stub akan berlaku sebagai proxy yang berlaku sebagai place holder bagi server. Client-side stub untuk suatu remote object bertanggung jawab pada berbagai macam tugas meliputi, inisiasi suatu remote call, marshalling (mengubah obyek menjadi bentuk yang portable bagi jaringan) argumen untuk dikirimkan, memberitahukan lapis remote reference bahwa suatu call harus dipanggil (invoked), unmarshalling return value (atau exception), dan memberitahukan lapis remote reference bahwa suatu panggilan telah selesai. Server-side skeleton, di lain pihak, bertanggung jawab dalam unmarshalling argumen yang masuk dari client, memanggil implementasi remote object yang sebenarnya, dan marshalling

return value (atau exception) pada stream untuk dikirim kembali ke client.

Lapis remote reference dan lapis transport merupakan lapis yang tidak terlihat oleh user (invisible). Lapis reference bertanggungjawab dalam melaksanakan satu protokol remote reference khusus. Lapis ini bertanggung-jawab untuk mengatur “liveliness” dari remote object dan mengatur komunikasi antara client/server dengan JVM. Sedangkan lapis transport adalah lapis TCP/IP-based yang bertanggung jawab dalam mengadakan hubungan antara server dan client. Pada saat client memanggil suatu obyek implementasi dari suatu server, ketiga lapis dalam RMI akan memerankan perannya masing-masing. Lapis terpenting bagi pemrogram adalah lapis stub/skeleton. Pertama-tama suatu pemanggilan akan melewati lapis stub/skeleton ini. Fungsi dari lapis ini adalah mengirim data dari lapis remote reference melalui marshal stream. Di sinilah sebenarnya peranan dari object serialization, ini memungkinkan obyek Java untuk dikirimkan ke berbagai ruang alamat yang berbeda. Setelah melewati lapis stub/skeleton, data akan melewati lapis remote reference yang membawa semantik dari pemanggilan dan mengirimkan data ke lapis transport menggunakan connection-oriented stream seperti TCP. Ini berarti bahwa lapis remote reference adalah menen-tukan sifat dari obyek dan juga menentukan apakah obyek berada pada mesin lokal atau mesin remote melalui jaringan. Lapis remote reference juga akan menentukan apakah obyek bisa diinstantiasi dan dimulai secara otomatis, atau harus dideklarasikan dan diinisialisassi terlebih dahulu. Dan terakhir, data akan sampai pada lapis transport yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan hubungan dan mengatur hubungan tersebut. Jika RMI digambarkan dengan model OSI (The Open System Interconnection), maka gambarnya akan terlihat pada gambar di atas. Model OSI adalah model protokol yang dispesifikasi dan diimplementasikan oleh International Standard Organization (ISO). Aplikasi pengguna berada pada lapis paling atas. Aplikasi ini menggunakan skema representasi data untuk berkomunikasi secara transparan dengan remote object.

3. Langkah-Langkah Pembuatan

Program dengan RMI

Dalam RMI, semua informasi tentang satu pelayanan server disediakan dalam suatu definisi remote interface. Dengan me-lihat pada definisi interface, seorang pemrogram dapat memberitahukan method apa yang dapat dikerjakan oleh server, meliputi data apa yang diterima dan data apa yang akan dikirim sebagai tanggapan. Definisi yang ada pada remote interface menentukan karakteristik methods yang disediakan server yang dapat dilihat oleh client. Client programmer harus dapat mengetahui methods apa yang disediakan server dan bagaimana memanggilnya lang-sung dengan melihat ke remote interface. Client mendapatkan referensi ke remote object melalui RMI registry. Membangun suatu aplikasi terdistribusi menggunakan RMI meliputi 6 langkah. Keenam langkah tersebut adalah:

1. Mendefinisikan remote interface

2. Implementasi remote interface dan server

3. Pengembangan client (atau applet) yang menggunakan remote interface

4. Mengkompilasi source files dan mem-buat stub and skeletons

5. Memulai (start) RMI registry

6. Menjalankan server dan client

3.1 . MENDEFINISIKAN REMOTE INTERFACE

Definisi remote interface menentukan karakteristikkarakteristik method yang disediakan server yang dapat dilihat oleh client. Karakteristik-karakteristik ini meliputi nama-nama methods dan tipe-tipe parameternya, dua hal ini bersama-sama membentuk method signature. Dengan melihat pada remote interface, client tahu methods apa yang disediakan oleh server dan bagaimana memanggilnya. Pemanggilan remote method bisa gagal karena ada kemungkinan tidak dapat berhubungan ke server, yang bisa disebab-kan karena server sedang mati atau overloaded. Oleh karena itu, RMI harus mampu melaporkan error massage, RMI menangani hal ini menggunakan exception handling. Untuk mengindikasikan bahwa suatu obyek dalam suatu interface benar-benar suatu remote object, obyek harus meng-implementasikan suatu remote interface. Suatu remote interface harus mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:

- Remote interface harus dideklarasikan sebagai public. Kalau tidak, client tidak akan bisa mengambil (loading) remote object yang mengimplementasi remote interface.

- Remote interface mengekstensi interface java.rmi.remote. Ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan membuat obyek menjadi remote.

- Tiap method yang dideklarasikan dalam remote interface harus mendeklarasikan java.rmi. RemoteException dan throws clause-nya.

3.2.IMPLEMENTASI REMOTE INTERFACE DAN SERVER

Langkah kedua dalam pengembangan aplikasi terdistribusi menggunakan RMI adalah implementasi remote interface yang telah didefinisikan dalam langkah sebelum-nya. Hal ini dilakukan dengan menuliskan satu kelas (class server) yang mengimple-mentasi interface di atas. Kelas yang implementasi tersebut haruslah:

1. Mendeklarasikan bahwa kelas tersebut mengimplementasi remote interface. Dalam pemrograman Java, jika suatu kelas mendeklarasikan untuk mengimplementasi-kan suatu interface, maka suatu “kontrak” antara kelas dengan compiler telah dibuat. Dengan kontrak ini, kelas menjajikan bahwa ia akan menyediakan method bodies, bagi tiap method signatures yang dideklarasikan dalam interface. Kelas implementasi ini juga harus mewarisi UnicastRemote-Object sehingga dapat digunakan untuk membuat remote object yang menggunakan RMI’s default socket-based transport untuk berkomunikasi.

2. Menentukan konstruktor untuk remote object.

Konstruktor mempunyai fungsi sebagai berikut: menginisialisasi variabel-variabel dari instance yang baru dibuat pada suatu kelas dan mengembalikan instance dari kelas kepada program yang memanggil konstruk-tor. Remote object harus di-“ekspor” agar bisa menerima permintaan remote method yang masuk. Dengan mengekstensi java.rmi.server.Unicast-RemoteObject kelas akan di-ekspor secara otomatis. Konstruktor harus melakukan throw java.rmi. RemoteException, karena usaha RMI untuk mengekspor remote object mungkin mengalami kegagalan atau ada kemungkinan sumber daya komunikasi tidak tersedia.

3. Menyediakan satu implementasi untuk tiap remote method.

Kelas implementasi bagi remote object berisi kode yang mengimplementasi tiap remote methods yang dispesifikasikan dalam remote interface. Passing argumen ke, atau return value dari method bisa berupa tipe java apapun, bisa juga obyek jika obyek tersebut mengimplementasi interface java.io.serializable. Dalam RMI, obyek lokal dilewatkan dengan copy (by default), yang berarti semua field dalam obyek disalin, sedangkan remote object dilewatkan dengan referensi. Referensi ini sebenarnya mereferensi ke suatu stub, yang adalah proxy (pada sisi client) bagi remote object.

4. Membuat dan meng-instal satu security manager.

Method main server harus membuat dan menginstal security manager, bisa RMISecurityManager atau security yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Security manager ini menjamin kelas-kelas yang di-load tidak melakukan operasi yang tidak diperbolehkan. Jika tidak ada security manager yang dipsesifikasi maka tidak akan ada class loading yang diperbolehkan. Pada kode client yang menggunakan applet, security manager tidak di-instal pada kode client karena applet menggunakan security manager yang telah diinstal dalam client browser.

5. Membuat satu atau lebih instance dari remote object.

Method main server harus membuat satu atau lebih instance dari remote object implementation untuk menyediakan layanan. Begitu instance dibuat, server siap mendengarkan permintaan client.

6. Mendaftarkan remote object dengan RMI registry

Agar client dapat memanggil satu method dalam remote object, pertama-tama client harus mendapatkan referensi ke remote object dari satu registry. Oleh karena itu, remote object harus didaftarkan dalam RMI registry. Konversi penamaan oleh karenanya diperlukan untuk pendaftaran dan pencarian obyek dari namanya. Sistem RMI menyediakan satu solusi dengan URL-based registry yang memungkinkan kita untuk melekatkan obyek, menggunakan //host/object-Name, di mana object-Name adalah satu nama yang sederhana. Sebagai contoh: Naming.rebind (“//hostname/Arithserver”, obj);

Mendaftarkan remote object Arithserver dengan RMI registry. Bagitu terdaftar, client dapat mencari obyek dari namanya, mendapatkan referensi-nya, dan memanggil secara remote method yang ada padanya. Pada contoh di atas hostname adalah hostname di mana server akan berjalan. Yang perlu diperhatikan tentang argumen dalam method Naming.rebind:

- Jika hostname diabaikan dalam URL, host defaultnya adalah host saat itu.

- Dalam default-nya, RMI registry akan berjalan pada port 1099. Meskipun de

- mikian, dapat juga digunakan nomer port yang lain, misalnya //hostname:4000.

3.3. PENGEMBANGAN CLIENT (APPLET) YANG MENGGUNAKAN REMOTE INTERFACE

Program pada sisi client dapat berupa program aplikasi atau applet. Tulisan ini hanya akan membahas pengembangan program client dengan applet. Applet adalah program Java yang bisa embedded dalam dokumen HTML (Hyper Text Markup Language) sehingga dapat diakses dengan Web browser. Applet memungkinkan pengembangan program yang dapat dieksekusi oleh siapapun hanya dengan me-load halaman Web yang tepat. Jika suatu Web browser meload satu halaman Web yang berisi applet, applet akan di-downloads ke Web browser dan eksekusi akan dimulai.

Program applet yang dikembangkan:

1. Applet mengambil referensi ke remote object implementation dari rmiregistry pada server’s host. Dengan method Naming.lookup, dan mengambil URL-formatted java.lang. String. Applet membentuk URL String menggunakan method getCodeBase dan getHost. Method Naming.lookup melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

- Membuat registry stub instance (untuk melakukan kontak dengan server’s registry) menggunakan nama host dan angka port yang disediakan sebagai argumen pada Naming.lookup.

- Menggunakan registry stub untuk memanggil remote method lookup dalam registry menggunakan komponen nama URL-nya..

- Naming.lookup mengembalikan stub (return stub) ke pemanggil (applet).

-

2. Applet memanggil remote method pada remote object.

3.4. MENGKOMPILASI SOURCE FILES DAN MEMBUAT STUB DAN SKELETON.

Ini merupakan proses dua langkah. Langkah pertama adalah mengkompilasi source files yang terdiri dari implementasi remote interface, kelas-kelas implementasi, kelas-kelas server, dan kelas-kelas client dengan menggunakan javac compiler. Kompilasi ini akan menghasilkan Java bytecode class. Langkah kedua, membuat stub dan skeleton dengan mengkompilasi kelas dengan rmic compiler.

3.5. MEMULAI RMI REGISTRY.

RMI menyediakan konsep yang disebut dengan RMI registry, yang akan berjalan pada port generik dan memberitahu client pada port mana server akan menanggapi permintaan tertentu client. Registry menyediakan satu referensi bagi client untuk melihat server. Kode client tidak perlu menyertakan port tempat server berjalan jika dapat melihat port tersebut secara dinamis dari registry. Port mana yang digunakan oleh registry bukan merupakan satu persoalan, port 1099 dipandang sebagai default port bagi RMI registry. Dengan menggunakan RMI registry, client dapat memperoleh referensi ke obyek yang berada pada komputer lain dan memanggil method-nya seperti ke obyek lokal. Server menggunakan Naming. Rebind untuk mendapatkan penetapan port dari RMI registry, sedangkan client melihat ke server dengan Naming.lookup dalam registry dan kemudian membuat permintaan untuk suatu referensi obyek. RMI registry dijalankan dengan baris perintah, pada sistem Windows:

Start rmiregistry

Registry harus dihentikan dan dijalankan lagi setiap ada modifikasi remote interface atau penggunaan remote interface tambahan dalam suatu remote object implementation. Jika hal ini tidak dilakukan, maka tipe referensi obyek yang ada dalam registry tidak akan sesuai dengan kelas yang telah dimodifikasi.

3.6. MENJALANKAN SERVER DAN CLIENT

Pada saat menjalankan server, java.rmi.server.codebase property harus ditentukan, sehingga kelas stub dapat di-download secara dinamis ke registry dan kemudian ke client. Jika codebase property mereferensikan ke suatu directory tertentu, maka harus dipastikan bahwa kelas-kelas lain yang diperlukan untuk download juga harus dipasang padadirectory yang direferensikan oleh java.rmi.server.codebase.

Server dijalankan dengan baris perintah ”java”. Contoh berikut memperlihatkan baris perintah untuk menjalankan server:

Java -Djava.rmi.server.codebase =http://hostname/

-Djava.security.policy=D:\directory_file

_policy\policy directory_file_kelas_implementasi.KelasImplementasi

Begitu registry dan server telah dijalankan, applet akan bisa dijalankan pada sisi client. Applet dijalankan dengan me-load halaman web-nya ke dalam browser atau dengan appletviewer, seperti terlihat pada contoh di bawah ini:

appletviewer http://hostname/HTMLfile

4. Kesimpulan

1. Pengembangan suatu pemrograman client/server relatif lebih mudah dilakukan dengan RMI, karena tidak memerlukan disain application-level protocols.

2. Membangun suatu aplikasi terdistribusi menggunakan RMI meliputi 6 langkah: mendefinisikan remote interface, imple-mentasi remote interface dan server, pengembangan client (applet) yang meng-gunakan remote interface, meng-kompilasi source files dan membuat stub and skeletons, memulai (start) RMI registry, danmenjalankan server dan client

HIKMAH BERBAKTI KEPADA KEDUA IBUBAPA

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu hairan, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.
"Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman kehairanan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.
"Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.
"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.
"Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"
"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."

"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin hairan.
"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

MANUSIA BERHADAPAN DENGAN ENAM PERSIMPANGAN

Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."

Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.
Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."

Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya.

Cara Merawat Keris

MERAWAT KERIS: Usaha Konservasi Budaya dan Peninggalan Sejarah

Keris membutuhkan perawatan yang baik dan teratur agar kelestarian dan keindahannya tetap terjaga

Teknologi pembuatan keris adalah suatu teknologi pengolahan material peninggalan sejarah yang sangat tinggi nilainya. Tidak bisa dibayangkan bagaimana para empu jaman dahulu menemukan cara pembuatan senjata dengan memanfaatkan sifat-sifat paduan logam yang berbeda. Menempanya berlapis sehingga menjadi satu kesatuan dalam bentuk senjata yang memiliki keunggulan sifat-sifat fisika sekaligus keindahan wujud yang memukau.Tidak juga pernah diketahui asal muasal penggunaan batu meteorit / batu pamor sebagai salah satu bahan pembuat keris. Yang jelas meteorit, yang banyak mengandung Titanium, Nikel, bahkan Uranium, tidak hanya berfungsi sebagai peningkat estetika saja, tetapi juga meningkatkan kualitas material keris.

Saat ini, keris telah diakui oleh UNESCO sebagai Adikarya Peninggalan Sejarah. Bangsa Melayu, dari Patani-Thailand sampai ke Sulawesi-Indonesia, sebagai pewaris adikarya kebudayaan tersebut, seharusnya berbangga atas pengakuan dunia internasional terhadap karya nenek moyangnya tersebut. Namun kebanggaan tersebut tentunya harus disertai usaha-usaha konservasi atas budaya dan bukti-bukti sejarahnya.Usaha konservasi atas budaya & bukti-bukti sejarahnya antara lain dapat dilakukan dengan mempelajari serta mengaplikasikan pengetahuan yang benar dan logis dalam merawat keris. Tidak hanya melaksanakan kebiasaan turun temurun yang kadang terkait dengan mitos-mitos dan ritus-ritus yang tidak logis dan malah dapat merusak fisik keris itu sendiri.

Memandikan dan mewarangi keris tidak dimaksudkan untuk menyembah atau mengagungkannya namun lebih kepada perawatan atas fisik benda bernilai sejarah tersebut dan melestarikan budaya atau cara tradisional dalam proses perawatan itu sendiri. Adapun budaya yang bersifat tahayul dan syirik seperti mempercayai kekuatan supranatural yang terdapat pada sebuah benda kuno yang kemudian dianggap dan dijadikan pusaka, memberikan persembahan sesaji atau caos dahar kepada benda tersebut dengan harapan benda tersebut akan memberikan pertolongan kepada pemiliknya, seyogianya ditinggalkan.

Karena tidak sewajarnya kita manusia, makhluk berakal ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling tinggi derajatnya, meminta pertolongan kepada suatu benda ciptaan manusia. Tidak ada yang patut disembah dan dimintai pertolongan selain Tuhan Yang Maha Pencipta. Sesungguhnyalah benda2 tersebut yang “membutuhkan pertolongan” kita. Karena tanpa perawatan kita benda2 bersejarah tersebut akan musnah dimakan waktu.

Jadi suatu benda kuno menjadi pusaka bukan karena kekuatan supranaturalnya. Namun karena benda tersebut adalah peninggalan nenek moyang yang menjadi bukti sejarah, pencapaian dan kejayaan budaya bangsa kita di masa lalu. Sehingga menjadi suatu kebanggaan bangsa di masa kini. Bukti tersebut patut dan wajib dilestarikan agar kita tidak kehilangan akar sejarah dan budaya sebagai suatu bangsa. Itulah yang dimaksudkan sebagai makna pusaka dalam konteks intelektual. Dalam budaya Jawa dikenal beberapa cara atau rangkaian upacara dalam rangka mencuci dan mewarangi pusaka. Ada yang sederhana, ada pula yang penuh dengan rangkaian ritus yang diperlengkap dengan puluhan macam sesajen seperti yang dilaksanakan oleh pihak kraton Solo dan Jogja setiap bulan Suro (Muharram).

Yang akan diuraikan di bawah ini adalah cara mencuci dan mewarangi keris secara tradisional. Namun hanya menekankan pada hal-hal yang bersifat krusial dan fungsional saja. Tidak yang bersifat simbolik atau bernuansa supranatural.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut,

1. Lepaskan keris dari warangka dan ukirannya

Untuk melepaskan pesi dari ukiran, putar ukiran ke arah yang lebih ringan putarannya sambil ditarik / dicabut.

2. Rendam keris dengan air kelapa hijau semalaman lalu bilas dengan air sampai bersih

Saat merendam keris pastikan seluruh bagiannya terendam air kelapa. Air Kelapa Hijau bersifat asam lemah dan bermanfaat untuk melepaskan kotoran, kerak, dan mempermudah lepasnya karat yang terbentuk dipermukaan keris. Karena sifat asamnya yang lemah diperlukan perendaman semalaman agar betul2 meresap dan dapat melepaskan kotoran terutama yang terdapat di pori2 logam. Sifat itu pula yang membuatnya relatif aman untuk keris.

3. Gosok permukaan keris dengan irisan jeruk nipis sampai bersih / putih mengkilap

Menggosoknya jangan terlalu keras / kasar. Dapat pula digosok menggunakan sikat gigi yang halus dengan arah gosokan searah bila ada kerak / karat yang membandel. Boleh juga ditambah air perasan buah pace / mengkudu yang sudah matang. Lalu bilas dengan air bersih yang mengalir.

Jeruk Nipis sifat asamnya agak kuat, persentuhan dengan logam keris dalam jangka waktu yang lama dapat merusak logam keris. Digunakan untuk membersihkan keris dari karat, buah jeruk nipis diiris 4-6 bagian dan digosok2 pada permukaan keris. Hasilnya kotoran dan karat akan terlepas dan permukaan keris akan kelihatan putih mengilap. Proses ini disebut Mutihke’.

Air Perasan Buah Pace fungsinya hampir sama seperti air perasan jeruk nipis, namun karena airnya lebih banyak membuat pengerjaan lebih mudah. Teksturnya yang lunak membuatnya mudah hancur bila digosok2kan ke permukaan logam sehingga fungsi jeruk nipis tak tergantikan sepenuhnya.

4. Cuci keris sampai bersih dengan buah lerak / sabun lerak

Saat mencuci, gosok keris perlahan dan searah dengan sikat gigi yang halus. Bila ada kotoran di celah2nya, congkel dengan tusuk gigi. Bilas dengan air bersih sampai kotoran2 (ampas jeruk dan pace) hilang. Bila kotoran2 yang bersifat asam itu sampai tertinggal maka dapat merusak keris karena bersifat korosif.

Buah Lerak berfungsi sebagai sabun alami yang lembut dan tidak merusak besi, tidak seperti detergen yang bersifat keras. Saat ini banyak dijual sabun lerak cair siap pakai sebagai sabun pencuci batik tulis namun bila ingin menggunakannya, pilih yang tidak diberi campuran zat kimia tambahan.

5. Keringkan sampai betul2 kering dengan menekan2 bilah keris dengan kain bersih

Boleh diusap lembut dengan kain bersih yang menyerap air. Dalam proses mengeringkan, keris jangan sampai terkena tangan telanjang lagi. Karena minyak / lemak yang ada ditangan dapat menempel di bilah keris yang sudah bersih dan menimbulkan karat.

6. Olesi keris dengan cairan warangan menggunakan kuas secara tipis dan merata (prosesnya disebut Marangi)

Warangan adalah hasil tambang yang berbentuk kristal dan secara alamiah mengandung arsenikum dalam kadar relatif rendah. Warangan terbaik yang dikenal berasal dari Tiongkok. Pada masa dahulu kala banyak digunakan untuk racun tikus. Arsenikum murni dikenal sebagai zat beracun yang dapat mematikan. Namun beberapa obat2an tertentu ada yang mengandung arsenikum dengan persentase yang rendah. Dengan demikian tidak hanya sebagai racun, arsenikum juga memiliki manfaat sebagai obat dalam kadar dan pada persenyawaan dengan zat, tertentu. Fungsi cairan warangan adalah untuk menciptakan reaksi kimia antara besi dan larutan warangan pada permukaan bilah. Reaksi tersebut menghasilkan senyawa oksida besi - arsenik berupa lapisan tipis yang berfungsi sebagai anti karat pada permukaan bilah keris. Selain sebagai anti karat, lapisan tersebut juga menimbulkan warna kontras yang indah pada permukaan bilah. Hal ini disebabkan reaksi kimia hanya terjadi pada bagian bilah yang mengandung besi. Gelap terangnya permukaan suatu logam akibat reaksi tersebut tergantung dari tingginya kandungan besi dalam logam tersebut. Seperti diketahui keris, tombak, dan pedang yang berkualitas baik biasanya dibuat dari minimum 3 jenis lempengan besi-baja ditambah 1 lempengan nikel atau meteorit (berkadar besi sangat rendah atau bahkan tidak mengandung besi) yang ditempa berlapis lipat berulang kali menjadi satu kesatuan (nglereh). Akibatnya lipatan2 besi yang berbeda komposisi kimianya memunculkan kontras yang berbeda setelah pewarangan. Sedangkan garis2 lipatan nikel / meteorit yang tidak bereaksi terhadap warangan menimbulkan garis2 putih yang kadang mengkilap seperti krom. Kesemuanya itu membentuk gambaran / pola pada permukaan keris yang dikenal sebagai Pamor.

Marangi keris tidak dimaksudkan untuk meracuni bilah keris tersebut sehingga akan mematikan bila tergores olehnya. Persentase arsenikum dalam kristal warangan relatif rendah, apalagi dalam aplikasinya kristal warangan dilarutkan dahulu dalam air perasan jeruk nipis yang banyak sekali (+/- 1gr serbuk warangan dalam 250ml air perasan jeruk nipis). Dengan demikian kadar arsenikum yang akan menempel di bilah keris rendah sekali kadarnya. Walaupun demikian kehati-hatian dalam menangani sebilah keris tetaplah diperlukan.

Pada jaman dahulu memang dikenal cara-cara untuk memasukkan racun dalam keris. Utamanya bila keris tersebut memang dirancang dan dibuat untuk digunakan dalam peperangan. Hal ini dimungkinkan karena permukaan logam keris berpori sehingga mampu menyerap racun. Biasanya proses memasukkan racun ke dalam keris hanya dilakukan pada saat keris masih dalam proses pembuatan. Yaitu pada tahap paling akhir yang disebut penyepuhan atau dalam istilah metalurgi dikenal dengan quenching. Proses penyepuhan dilakukan dengan memanaskan ulang keris, yang sudah jadi bentuk fisiknya, sampai membara (namun tidak sampai berpijar) lalu dicelupkan dalam bumbung bambu berisi minyak kelapa.

Pada tahap ini keris secara bentuk sebenarnya sudah sempurna hanya perlu ditingkatkan kekerasannya agar bisa diasah setajam-tajamnya dan tidak mudah tumpul. Dengan pendinginan kejut, unsur karbon pada permukaan besi akan terjebak dalam struktur sementit yang meningkatkan kekerasan besi tersebut. Proses ini harus dilakukan oleh Empu yang ahli karena beresiko tinggi terhadap keris itu sendiri. Pencelupan yang terlalu lambat membuat besi tidak mencapai kekerasan maksimal. Terlalu cepat, keris bisa ngulet / muntir atau malah pecah (pamengkang jagad). Suhu pemanasan kurang, keris tidak menjadi keras. Terlalu panas, keris jadi lunak karena terjadinya decarburizing / unsur karbon keluar dari besi. Bila proses terakhir ini gagal, maka keris indah yang sudah jadi itu pun pasti dibuang.

Memasukkan racun dalam keris saat penyepuhan (nyepuh wisa) dilakukan dengan mencampur minyak kelapa yang digunakan sebagai media pencelupan dengan ramuan racun yang mengandung bisa ular atau serangga beracun. Namun menggunakan senjata beracun, baik jaman dahulu maupun sekarang, dianggap sebagai tindakan yang tidak ksatria dan pengecut. Dalam mempersiapkan cairan warangan, pilihlah serbuk / gumpalan kristal warangan alami yang berwarna ungu tua kemerahan. Tumbuk sampai halus sekali lalu larutkan dalam air perasan jeruk nipis murni yang sudah disaring bersih. Larutan tersebut sebaiknya disimpan dahulu / dituakan selama 6 bulan sebelum dipakai. Ciri-ciri larutan yang sudah jadi adalah warnanya menjadi kecoklatan / kehitaman. Tidak dianjurkan menggunakan arsenikum kimiawi dari apotik / toko kimia karena kadarnya terlalu tinggi / murni sehingga terlalu keras efeknya. Bilah keris akan mudah kebrangas (terlalu hitam / gosong) pada saat diwarangi sehingga jelek dilihat. Selain itu bila penanganan zat beracun tersebut tidak hati-hati dapat menimbulkan bahaya.

Marangi sebaiknya dilakukan di atas sebuah wadah untuk menampung tetesan cairan warangan. Masukkan kembali tetesan tersebut ke dalam botol penyimpan cairan warangan, jangan sembarangan dibuang. Cucilah wadah penampung dengan air yang mengalir.

7. Angin-anginkan keris dengan posisi berdiri (gunakan rak) agar pembentukan lapisan senyawa oksida besi-arsenik bisa sempurna

Pada proses mengangin-anginkan, keris jangan terkena sinar matahari langsung (bisa kebrangas / gosong), namun pilih saat matahari cerah / tidak mendung. Waktunya kira2 jam 9-11 pagi atau jam 2-4 sore.

Perhatikan kontras warna yang terbentuk pada permukaan bilah keris. Bila tingkat kontras yang diinginkan sudah tercapai, lanjutkan ke proses selanjutnya.

8. Setelah pengangin-anginan dianggap cukup, bilas lagi keris dengan air mengalir

Namun dalam membilas, jangan disemprot dengan tekanan air yang tinggi atau digosok-gosok / disentuh tangan telanjang. Pembilasan dimaksudkan untuk menghentikan reaksi kimia antara besi dan warangan sehingga keris tidak terlalu hitam / gosong.

9. Keringkan lagi sampai betul-betul kering dengan menekan-nekan bilah (jangan digosok) dengan kain bersih secara lembut lalu diangin-anginkan

Ingat, jangan sampai disentuh dengan tangan telanjang lagi.

10. Olesi keris dengan minyak (minyak’i) secara tipis dan merata menggunakan kuas

Dalam meminyaki, jangan sampai keris terlalu basah. Serap kelebihan minyak dengan kain bersih yang ditekan-tekan di permukaan keris (jangan digosok-gosok). Setelah itu keris diangin-anginkan semalaman dengan posisi berdiri (gunakan rak) agar bila ada kelebihan minyak dapat menetes / mengalir turun.

Minyak yang digunakan dalam meminyaki keris tidak dimaksudkan untuk memberi makan makhluk halus yang menghuni keris tersebut. Melainkan sebagai pelindung tambahan, diluar lapisan warangan, yang mengisolasi bilah pusaka dari kontak dengan udara. Seperti yang diketahui karat atau korosi muncul akibat reaksi logam, oksigen, dan air. Udara yang lembab di daerah tropis seperti di Indonesia (kelembaban 70-90%), mengandung uap air yang tinggi kadarnya sehingga meningkatkan resiko korosi. Namun bila logam diisolasi agar tak bersentuhan langsung dengan udara dengan cara dilapisi minyak, maka resiko korosi dapat dicegah.

Minyak terbaik untuk meminyaki pusaka adalah minyak senjata (minyak untuk melumasi komponen2 mekanis senjata api). Namun bila sulit memperolehnya dapat digantikan dengan minyak Singer (pelumas untuk mesin jahit). Untuk memperbaiki aroma minyak senjata atau minyak Singer, agar pusaka baunya wangi, dapat ditambahkan sedikit (10%) minyak alami yang terbuat dari bunga, kayu, atau akar tumbuhan yang wangi (seperti minyak melati, mawar, cendana, gaharu, akar wangi) diaduk rata sebelum dipakai.

Jangan pernah menggunakan minyak yang bersifat kental dan lengket seperti minyak misik (minyak kemenyan) atau minyak wangi Arab lain yang bersifat seperti itu. Minyak seperti itu akan menimbulkan kerak yang lengket dan mengeras pada permukaan bilah dan bagian dalam warangka. Kerak tersebut sangat sulit dibersihkan dan bisa membuat keris sulit dicabut dari warngkanya. Pada akhirnya kerak tersebut akan menimbulkan kerusakan pada bilah keris.

11. Masukkan kembali pusaka ke warangkanya. Simpanlah di tempat yang kering dan tidak lembab

Dalam hal memasang ukiran atau gagang keris, biasanya lubang pada ukiran lebih besar dari pesi keris. Hal ini dimaksudkan supaya pesi tidak rusak karena dipaksakan masuk. Agar genggamannya pas dan keris tidak mudah lepas dari gagangnya, pesi dililit dengan benang, carik kain seperti pita, atau boleh menggunakan potongan koran selebar panjang pesi kurang sedikit, sebelum dimasukkan ke lubang ukiran.

Cara memasukkannya adalah dengan diputar berlawanan arah lilitan sambil ditekan masuk. Saat menekan pesi untuk masuk harus terasa seret. Bila tidak artinya lilitannya kurang dan keris akan mudah lepas dari ukiran. Setelah pesi masuk sempurna, sambil tetap ditekan, balik arah putaran sambil mengepaskan posisi bilah terhadap ukiran. Dengan demikian lilitan, yang tadi diameternya mengerut karena putaran, kembali mengembang dan mengunci pesi dalam lubang ukiran.

Tidak dianjurkan memegang2 bilah pusaka dengan tangan telanjang. Hal ini bukan karena dikhawatirkan racun arsenik akan menempel pada tangan sehingga menyebabkan keracunan namun justru karena membahayakan kelestarian keindahan bilah pusaka tersebut. Pada permukaan telapak tangan selalu terdapat minyak / lemak yang berasal dari keringat atau barang / makanan yang dipegang sebelumnya. Bila kita memegang bilah pusaka dengan tangan telanjang, minyak / lemak pada tangan kita akan menempel pada permukaan bilah (sidik jari). Hal itu akan mempermudah atau memicu munculnya karat. Selain itu dikhawatirkan lapisan senyawa oksida besi-arsenik dan lapisan minyak, yang tipis sekali, dipermukaan bilah akan terhapus bila sering dipegang2 sehingga perlindungan terhadap karat hilang.

Jangan terbiasa meletakkan bunga segar di dekat bilah pusaka (sesaji atau caos dahar). Uap air yang keluar dari bunga dalam proses mengering meningkatkan kelembaban udara, bersifat tajam dan dapat menimbulkan karat yang merusak bilah pusaka.

Kebiasaan mengasapi keris dengan asap bakaran kemenyan (nguthuki menyan) juga seharusnya tidak perlu dilakukan. Asap kemenyan dapat terakumulasi di permukaan keris dan membentuk kerak yang sulit dibersihkan.

Sesungguhnya mencuci dan mewarangi keris tidak harus selalu dilakukan setiap tahun atau dalam jangka waktu tertentu. Karena proses tersebut sedikit banyak akan mengikis permukaannya sehingga dapat merusak keris dalam kurun waktu tertentu bila dilakukan terlalu sering.

Mencuci atau memandikan keris seyogianya dilakukan bila bilah keris terindikasi mulai berkarat atau tebal keraknya. Namun bila pemilik keris memiliki pengetahuan yang baik dalam hal perawatan keris seharusnya mampu memperpanjang interval pencucian keris tersebut.

Bila keris belum berkarat, sebaiknya yang perlu dilakukan dalam 6 bulan atau 1 tahun sekali hanyalah meminyakinya. Sehingga interval waktu pencucian dapat diperpanjang hingga 3 tahun sekali.

Perlu diketahui mewarangi keris hanya perlu dilakukan bila keris dicuci. Bila keris tidak dicuci tapi diwarangi maka tidak ada gunanya. Karena cairan warangan akan terhalang lapisan minyak sehingga tidak bisa bereaksi dengan besi / permukaan keris.

Dengan pengetahuan akan cara – cara perawatan yang tepat, diharapkan keris – keris kuno yang banyak tersebar di tengah – tengah masyarakat dapat terpelihara kelestarian dan keindahannya. Sehingga dalam jangka ratusan tahun ke depan, generasi penerus bangsa ini masih dapat menyaksikan bukti sejarah pencapaian budaya nenek moyangnya.

Kotak - Saat Ku Jauh

[intro] G D C 2x

G C G C
Disanalah, ada bintang bersayap,
G D C
melihat dengan sinarnya
G C G C
Dua insan, sedang dilanda rindu,
G D C
nyanyikan lagu cinta

Em C G D
Ada hati yang tak pernah lelah,
Em C G D
walau tak dapat berada di dekatmu

[Reff:]
G D C
Akupun mengerti, dirimu menanti
G D C
Sentuhan belaiku, dahaga cintamu
G D
Akupun berharap, rindu ini,
F C
bukan sebatas kata-kata,
Sm
Untuk menggantikan,
C
diriku di saat, ku jauh

G D C

G C G C
Ku pastikan, hati ini terjaga,
G D C
setiaku untukmu
G C G C
Dan kau jua, tetaplah satu cinta,
G D C
jangan terusik khilaf

Em C G D
Ada hati yang takkan terisi,
Em C G D
oleh sesuatu selain cinta darimu

to : [Reff]

[interlude:] G D C

G D C
Akupun mengerti, dirimu menanti
G D C
Sentuhan belaiku, dahaga cintamu
G D F C
ooo... ooo...

to : [reff]

[ending:] G D C

kalo mau download lagunya klik disini aja
http://www.4shared.com/audio/HXlus2LI/Kotak_-_Saat_Ku_Jauh.htm

KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI

Kamis, 06 Oktober 2011

KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI

Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T Setiap
kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia
akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada
waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga
nanti yang akan berjiran dengan aku?".
Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya.
Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut
tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga
Nabi Musa ke tempat berkenaan.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang
tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.
Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu
di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar.
Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata
Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan.
Bai itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering
serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia
keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga
dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan
penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik.
Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?".
"Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela
babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.
"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa
kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan
rupa mereka menjadi babi yang hodohrupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain.
Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai
anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat
tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.",
sambungnya.
"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah
menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum
memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah
orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi
kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti
juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."
Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak
yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami
sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."
Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan
masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti
kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi.
Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.
Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita,
urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga
kita sewaktu kecil hingga dewasa.
Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita,
urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni
Allah S.W.T.
Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di
akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.
Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit,
tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua
ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.
Untuk mengetahui lebih mendalam kisah alam akhirat sila dapatkan buku terbitan syarikat
Nurulhas yang berjudul: BILA IZRAIL A.S. DATANG MEMANGGIL

Kecubung

Kecubung

(Datura metel, Linn.)

Sinonim :
Datura fastuosa, Linn. D. alba, Ness. D. fasttuosa, Linn. var alba C.B. Clarke.

Familia :
Solanaceae


Uraian :
Kecubung (Daura Metel) termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai pokok batang kayu dan tebal. Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan dan ke kiri sehingga membentuk ruang yang lebar. Namun demikian, tinggi dari tumbuhan kecubung ini kurang dari 2 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bunga kecubung menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung. Buahnya hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Buah kecubung, bagian luarnya, dihiasi duri-duri dan dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Selain Kecubung Kasihan (Datura Metel) ada juga jenis lain, yaitu Kecubung Kecil (Datura Stramonium) dan kecubung Hutan (Brugmansia Suaveolens, Humb, Bonpl, ex Wild, Bercht dan Presl). Kecubung cocok hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau pelataran halaman rumah di pedesaan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji dan stek.


Nama Lokal :
Kecubung (Jawa, Sunda), Kacobhung (Madura), ; Bembe (Madura), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo (Seram); Tampong-tampong (Bugis), Kucubu (Halmahera, Ternate); Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Asma, Reumatik, Sakit pinggang, Pegel linu, Bisul, Eksim;

1. Asma (Mengi atau Bengek)
a. Bahan: 10 lembar daun kecubung
Cara membuat: Daun kecubung diiris-iris (dirajang) dan dijemur
sampai kering;
Cara menggunakan: Dipakai untuk merokok dengan bungkus
kelobot jagung.

b. Bahan: daun dan bunga kecubung secukupnya
Cara membuat: daun dan bunga kecubung diiris-iris (dirajang) dan
dijemur sampai kering;
Cara menggunakan : Dipakai untuk merokok sebagai gantinya
tembakau.

2. Reumatik
Bahan: daun kecubung dan minyak kelapa
Cara membuat: daun kecubung diremas-remas sampai layu,
kemudian diolesi dengan minyak kelapa dan dipanggang di atas api;
Cara menggunakan : Dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan
pada bagian yang sakit.

3. Sakit pinggang/Boyok, Reumatik, Pegel-Linu, Memar dan Bisul
Bahan: 4 lembar daun kecubung dan kapur sirih secukupnya;
Cara membuat: Kedua Bahan tersebut ditumbuk (dipipis) sampai
halus dan dibuat adonan sampai merata;
Cara menggunakan: dipakai untuk bedak atau param gosok pada
bagian yang sakit.

4. Eksim
Bahan: 3 lembar daun kecubung dan minyak kelapa;
Cara membuat: daun kecubung ditumbuk halus, ditambah dengan
minyak kelapa, kemudian dipanggang di atas api;
Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk
menggosok bagian badan yang kena eksim.

Komposisi :
Kecubung (Datura Metel) mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya : hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin. Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida. Untuk itu pemakaiannya sangat hati-hati dan terbatas sebagai obat luar. Perhatian!! Apabila seseorang keracunan kecubung, usahakan jangan sampai tertidur. Dan untuk melawan keracunan tersebut adalah dengan minum kopi yang keras dan usahakan supaya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.